Sumba Barat Daya -suaramaureket .com ksmis 1 Mei 2026 Masyarakat sumba Barat Daya pada khusus nya dan masyarakat indonesia umumnya, karena Uang Anggaran Dana Bos ini bukan hanya milik sumba Barat daya saja tapi milik negara,negara banyak utang tapi ternyata di negri ini sendiri dugaan maling-maling uang negara masih bernafas tarik rokok serta ngopi panas dicapur roti donat menyegar angin spoi bagi pelaku maling uang negara.
Ke dua ini yakni Kepsek SD wailangira Samuel Ndara Maghu.S.Th dan Kepsek SMA Wailangira petrus Wungo.S.Pd menguji nyali dan daya kekuatan data yang sudah masuk dalam BAP kejari Sumba Barat agar segera Menaikkan status menjadi P 21 Dan P 21 A sehingga melakukan penahanan dan meminta semua yang terkait dengan dokumen untuk segera melakukan penahanan yang bersangkutan yakni Soleman Lende Dappa
Kesabaran publik kian menipis, Sorotan tajam kini mengarah ke Kejaksaan Negeri sumba Barat terkait penanganan dugaan korupsi dan penyelewengan dugaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar 12 M hingga T
Masyarakat menuntut keseriusan, keberanian, dan ketegasan aparat penegak hukum dalam mengusut tuntas kasus yang menyangkut hak pendidikan anak-anak bangsa.
Hal yang ditambahkan oleh Kepsek SD Wailangira Samuel Ndara Maghu.S.Th beliau menegaskan bahkan bahwa Soleman lende Dappa jangan kibuly teman kepsek dengan utang Bank BRI ,karena proses pinjaman di Bank mereka tidak tahu apa-apa tiba ketika terima dana bos langsung terpotong dengan sendiri oleh Pihak Bank BRI ini merupakan tidak yang tidak sesuai dengan prosedur aturan perbankan seharus nya hadir pihak kepsek dan pihak Bank BRI maupun Pak Soleman Lende Dappa ,yang rasa aneh nya tiba sudah melakukan tindakkan tanpa pemberitahuan kepada teman-teman kepsek-kepsek ujar kepsek SD wailangira dengan nada tegas .
Hal yang sangat membantu dalam dokumen BAP kejari kami sudah laporankan semua tentang pengambilan Dana Bos dengan sifay diktator Soleman lende Dappa ,disamping itu kalau lambat dikasih uang dari dana Bos, maka langsung pak Soleman Lende Dappa tidak sungkan-sungkan pecat kepsek yang melawan ujar dua kepsek.
Selanjut Kepsek SMA wailangira menuturkan bahwa saya benar-benar dikibuly oleh Pak Soleman Lende Dappa pihak Bank BRI ,masa Mobil kongkor tua dijual oleh pak Soleman lende Dappa tanpa sepengetahuan saya tiba-tiba Uang dana bos direkening saya sudah berkurang Hampir Rp 200 juta lebih,membuat saya geleng kepala bahkan begitu cek print koran ko utang saya di Bank BRI elupada. RP 74 juta lebih, Ujar kepsek SMA Wailangira dan saya minta pertanggung jawaban pak Soleman Lende Dappa dan pihak Bank BRi tegas kedua kepsek tersebut.
Bakkan kedua kepsek tagih janji kejari tanggal 1 mei akan dipanggil dan ditahan ujar kejari waktu mereka memberikan keterangan saksinya ,namun sampai saat ini sudah 1 Mei lagi, pak Soleman lende Dappa masih menarik angin spoi ujar mereka ,dan bahkan mereka tegaskan segera naikkan status P 21 pelaku dugaan korupsi 12 M hingga T tegas kedua kepsek (Tim Redaksi)

