Upacara hari Diknas 2026 Tamansiswa Yogjakarta di depan Pendopo berlangsung Kidmah dengan Lancar

Yogyakarta-suaramaureket.com ,4 Mei 2026,Upacara peringatan ini dipimpin langsung oleh panitra umum Perguruan Tamansiswa, Ki Saur Panjaitan, yang bertindak sebagai Pembina Upacara.di Hadiri dalam kesempatan tersebut keluarga besar Tamansiswa terdiri dari jajaran para pamong, baik dosen, guru, Wanita Tamansiswa, PKBTS, maupun siswa Tamansiswa ikut dalam upacara hari diknas

Didalam hari diknas ini berlangsung di depan pendopo tamansiswa yogjakarta pada orasi ilmiahnya , Ki Dr. Saur Panjaitan menegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar rutinitas tahunan atau perayaan simbolis. Hardiknas adalah panggilan. Panggilan untuk kembali kepada esensi pendidikan itu : bahwa pendidikan yang benar adalah yang memerdekakan manusia lahir dan batin, yang menjaga harkat bangsa, yang membentuk generasi yang tidak hanya pintar tetapi juga berani, jujur, dan berdaulat. Ia menyebut hari ini sebagai momen “Refleksi Sejarah Mendalam” sebagai tonggak memperingati sejarah itu,.
“Hari ini adalah momentum refleksi. Kita harus bertanya dengan jujur kepada diri sendiri: sudahkah kita benar-benar menunaikan amanah Ki Hadjar Dewantara?” Tegas Ki Saur di hadapan peserta upacara serta diawak media publik, Sabtu (2/5/2026).

Tonggak sejarah pendidikan

Peringatan Hardiknas merupakan momen istimewa bagi seluruh insan pendidikan untuk mengapresiasi jasa para pejuang pendidikan serta meningkatkan semangat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. 2 Mei dipilih sebagai Hari Pendidikan Nasional bertepatan dengan tanggal lahir tokoh penting kemajuan pendidikan Indonesia, Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau yang lebih dikenal Ki Hajar Dewantara.

Ki Hajar Dewantara dikenal karena memperjuangkan hak-hak pendidikan bagi semua kalangan, termasuk anak-anak kaum pribumi saat Indonesia masih di bawah kolonial Belanda. Berkat jasanya, pemerintah menetapkan peringatan Hari Pendidikan Nasional setiap 2 Mei melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 67 Tahun 1961 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur.

Ada beberapa titik penting dalam sejarah Hari Pendidikan Nasional. Yang pertama adalah Konferensi Besar Budi Utomo (1928). Gerakan pendidikan modern di Indonesia mulai terorganisir dengan baik dengan didirikannya organisasi Budi Utomo pada tahun 1908. Pada tahun 1928, Budi Utomo mengadakan Konferensi Besar di Yogyakarta, yang dihadiri oleh tokoh-tokoh nasionalis terkemuka. Konferensi ini menekankan pentingnya pendidikan bagi pembangunan bangsa dan memperkuat kesadaran akan perlunya Hari Pendidikan Nasional.(tim Redaksi)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *