Dua guru Besar Prof Dr Anhar Gonggong dan Prof Sry Edi Swasono Sentil para pejabat yang tidak faham pancasila dan Hilang nya jiwa Pancasila

Pancasila jangan dibaca saja secara teks nya begitu banyak yang bisa membaca dan menghafal namun sebagai pelaksaanya nihil, namun lebih lanjut prof anhar menghanturkan kritikan para pejabat banyak tidak Faham pancasila itu ujar dengan wajah yang menyedihkan prof.Anhar.

Pancasila yang Ditinggalkan menurut Prof. Sri-Edi secara vokal mengkritik hilangnya jiwa Pancasila dalam pembuatan kebijakan saat ini, di mana ia mengibaratkan kondisi Pancasila dan negara seperti “isteri yang pisah ranjang dengan suami”. Beliau secara konsisten mengkritik ketidakberhasilan kampus,sekolah memasukkan nilai-nilai Sistem Ekonomi Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan,ujar nya diawak media

Bagaimana mungkin para pendiri Negri ini bersusah payah mendirikan negara namun para koruptor lebih banyak dari segi pendidikan yang menyalah gunakan anggaran hingga menggunakan keintelektualitas nya mereka untuk kibuly jabatan nya sendiri ,mengkibuli tugas nya sendiri hingga mereka kehilangan nilai-nilai pancasila itu sendiri.

Jika pancasila kita ikuti maka niscaya para koruptor akan memeliki nilai reputasi baik,karena memang mereka hanya faham dan hafal teks nya sehingga mereka lupa pada sila pertama yakni ketuhanan yang maha esa,mereka tidak takut Tuhan,mereka lebih kejar harta dunia,begitu juga para negak hukum jika mereka takut akan Tuhan maka mereka akan tegak-tegak kebenaran-benaran sila pertama antara pahala dan dosa ,baru dimana letak ke imanan kalian jika para koruptor dan penegak hukum masih takut,dengan pelaku,masih sungkan dengan pelaku ,masih Teka-teki dengan pelaku,masih berkalkulus dengan pelaku kenapa tidak metafisikakan para pelaku dalam percepatan dan kecepatan tugas kita,untuk segerah menangkap para pelaku,jika palaku masih dibiarkan berkeliaran maka sama halnya nonton diatas penderitaan Rakyat

Jika sila kedua kemanusiaan yang adil dan beradab dari sila ini kenapa para pejabat diberi amanah koh masih tidak adil dalam menegak keadilan hanya para pelaku maling ayam yang ditangkap ,maling ubi saja ditangkap padahal dia keadaan darurat dia terpaksa ambil kenapa yang memeliki Gelar S1,S2,S3 ko dibiarkan keliaran ada apa dengan negri ini apakah sudah tidak ingat ada Tuhan, jagalah adab kita terhadap etika keadilan ,jagalah harkat dan martabat kita disisi keadilan dan takut lah akan Tuhan .

menutut prof.Dr Anhar Gonggong perlukah para pejabat memahami pancasila sejati itu,baik Presiden,Gubernur,Bupati,DPR dan pejabat lain agar kita benar-benar memahami nya dan menghayati,mengamalkan nya,meresapi nya sebagai nilai jati diri kita ujar dengan tegas .

Pada sila ketiga sudah jelas persatuan indonesia ,jangan gegara koruptor atau pelaku dugaan kejahatan kita biarkan dan kita bela padahal mereka sudah tidak menghargai nilai pancasila itu tegasnya.

Pada sila ke empat kerayatan yang dipimpin oleh hikmah dan kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan ,pada sila ini merupakan nilai hikmah yang kita perlu saling topang dalam kebenaran ,jangan saling dukung dalam dugaan tindakkan kejahatan,jika pelaku benar pelaku nya maka adil lah dia sesuai dengan prilaku nya ambil hikmah jadi diri bangsa ini,Namun dalam kebijakkan itu untuk kepentingan masyarakat umum ,kita sudah keluar dari ketidak adilan dari penjajahan belanda dan bangsa penjajah lain,tapi jangan kita tonton para maling yang mirip penjajah ,jangan musyawarah dalam keterpurukan tapi musyawarahlah dalam keimanan.

Keadilan bagi seluruh Rakyat indonesia ,dahulu leluhur kita ditindas dalam penjajahan harta mereka dirampas begitu saja,tapi sekarang jangan sampai para koruptor meninggalkan bibit bangsa penjajah dengan mengambil harta negara untuk mereka hidup poya-poya dimuka bumi,jangan sampai anggapan pikiran mereka mengutarakan dengan kalian aku tindas dengan skil ku maka karena aku jual ilmu tutur mereka ,sebenarnya mereka telah rampas harta haram yang bukan hak nya,mereka beranggapan bahwa aku punya ilmu mahal aku jual tutur mereka tapi mereka lupa jati diri mereka dimana letak keadilan yang sebenarnya,para pejabat penegak keadilan jangan takut dengan titel para pelaku tapi kalian lebih takut pada Tuhan mu

Media ini telah mendapatkan dukungan dari berbagai lapisan masyarakat baik dari tokoh lintas agama mereka mendorong media ini dan teman-teman media harus selalu menyuarahkan hak rakyat tutur mereka baik digrup para pejabat dan grup-grup kecil(tim redaksi)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *