Festival Iklim Di Sumba Barat Daya Libatkan Pelajar Tingkat SD.SDI Pero Konda Kodi Menjadi SD Pilihan Dalam Acara Festival

Sumba Barat Daya- Suaramaureket.com Rabu 3 Juni 2026 Upaya mitigasi perubahan iklim di kabupaten Sumba Barat Daya kini makin menyasar pelajar melalui Festival Iklim bertajuk menjaga Alam dan sekitar kita , Kita dan Masa Depan di SDI Pero Konda Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga ruang bagi siswa untuk menyuarakan gagasan dan aksi nyata terkait krisis lingkungan.

Festival yang melibatkan siswa SDI Pero konda kodi ini dirancang agar anak-anak tidak sekadar menjadi peserta, melainkan penggerak kegiatan. Mereka memamerkan hasil ekspedisi iklim serta berbagai karya yang mencerminkan pemahaman tentang keadilan iklim.

Pada acara ini dalam sabutan ibu kepsek SDI pero konda menuturkan Sebagai agen perubahan ,dalam perubahan iklan agar anak-anak terlindungan,selanjutnya kami mengucapkan selamat datang pihak instansi terkait Badan nasional penanggulangan bencana Alam,yayasan Cis Timor ,direktur operasional iklim indonesia dari jakarta,Camat kodi kab.Sumba Barat Daya dan permohonan maaf atas kesiapan yang kurang sempurna ujar nya dalam sambutan.

Badan Nasional penanggulangan bencana Alam yakni Stefanus Malo.S.IP sangat mengeskspresikan sekali dengan adanya kalburasi ini terkhusus di wilayah Sumba Barat Daya dengan adanya iya menilai edukasi lingkungan harus dimulai sejak dini agar menjadi kebiasaan berkelanjutan di masa depan.

“Edukasi kepada anak-anak kita yang nanti menjadi generasi kita ke depan ini bagaimana untuk kita menjaga bumi,alam sekitarnya kita ini untuk lebih baik. Sustainablenya kita jaga, baik dari sisi perubahan iklim, lingkungan, dan sebagainya. Ini kalau kemudian tidak dimulai dari sejak dini, ya tentunya nanti akan terlambat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi cuaca di kodi dan khusus dipero yang semakin panas sebagai tanda nyata perubahan iklim. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan lembaga masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang lebih terjaga.

Camat Kodi Benyamin Kaka,S.SI mengatakan festival ini menjadi sarana literasi iklim bagi pelajar sekaligus ruang bagi mereka menyampaikan pandangan.

“Anak-anak punya hak untuk tahu posisi mereka saat ini di mana. Kami memberi ruang kepada anak untuk bicara tentang perubahan iklim, dampak yang mereka rasakan, serta perubahan seperti apa yang mereka inginkan,” ujarnya.

Menurut camat kodi , selama ini isu perubahan iklim lebih banyak didominasi kalangan dewasa. Melalui pendekatan kreatif di ruang publik, pelajar dari sekian banya sekolah Dasar memang di SDi pero lebih dekat dengan pantai pero dilibatkan untuk menyampaikan ide dan aksi kolektif kepada masyarakat luas.

Selain pameran karya seni, kegiatan juga mencakup praktik pengelolaan sampah hingga pemanfaatan ulang menjadi produk bernilai ekonomi. Pendekatan ini diharapkan memperkuat kesadaran sekaligus keterampilan siswa dalam menjaga lingkungan.

Pada sambutan ketua Yayasan Cis Timor menyebutnya kolaborasi dengan pihak terkait bisa membantu sekolah dalam pengelolaan sampah dan pengembangan kreativitas siswa serta menjaga lingkungan sekitarnya

Ia menambahkan, literasi lingkungan juga diintegrasikan dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk jurnalistik, agar siswa lebih aktif memahami isu perubahan iklim.

Sementara itu, salah staf Dewan Guru Slamet Balonda.S.Pdi , menilai pelibatan anak dalam kegiatan ini menjadi langkah penting untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini dan baru kali ini sekolah SDi pero mendapatkan acara Festifal ujar nya karena di sumba Barat Daya Yang terpilih tempat ekon acara festifal tingkat Sekolah dasar di SDI pero ini tempat mengajarnya saya imbuhnya

“Yang paling saya apresiasi adalah sekarang mulai mengajak anak-anak. Selama ini yayasan mungkin belum melibatkan mereka, tapi tahun ini anak-anak kami diajak sehingga kesadaran itu bisa tumbuh sejak dini,” ucapnya.

Melalui festival ini, diharapkan kesadaran, empati, dan keterlibatan masyarakat terhadap isu perubahan iklim semakin meningkat. Hasil literasi para pelajar juga direncanakan akan disuarakan melalui Dewan Anak hingga tingkat nasional dan global.

Direktur operasional iklim imdonesia memberikan apresiasi dengan semangat nya anak-anak dalam acara festival ini menurut nya bahwa kita sudah kerjasama dengan 100 lebih negara ujar dalam acara-acara ekon festival ini mudah-mudahan kedepan menjadikan pusat perhatian kita ujar di depan awak media dan depan anak-anak Sekolah dasar (SDI) pero konda kodi (TIM Redaksi)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *