Surabaya – suaramaureket.com jumat 12 juni 2026
Sebelum media memceritakan kronologi korban alangkah lebih baik media menjelaskan tempat titil rawan khusus daerah surabaya
Berdasarkan pantauan media ini untuk seluruh kota surabaya yang sering terjadi kerawanan inilah
daftar wilayah dan ruas jalan di Surabaya yang rawan aksi kejahatan jalanan wilayah surabaya
-Surabaya Pusat: Jalan Genteng Kali, Jalan Ambengan, dan Jalan Kusuma bangsa ,stasiun turi,stasiun semut
.Surabaya Timur:Jalan Kenjeran, Jalan Kedung Cowek, Jalan Ir. Soekarno (MERR), dan Jalan Manyar Kertoarjo.
Surabaya Barat: Jalan Tanjungsari, Jalan Tambak Osowilangun, Benowo, dan Pakal.
Surabaya Selatan: Jalan Diponegoro, Jalan Raya Darmo, Jalan Pasar Kembang, dan kawasan Siwalankerto.
Surabaya Utara: Jalan Indrapura, Jalan Demak, dan Jalan Rajawali.pelabuhan perak
Tips Pencegahan dan Keadaan Darurat:
-Hindari memainkan ponsel atau meletakkan tas di tempat terbuka saat berkendara sepeda motor.
-Selalu waspada terhadap kendaraan yang memepet secara tiba-tiba di jalanan sepi atau saat macet.
-Jika Anda atau seseorang di sekitar Anda mengalami tindak kekerasan atau penjambretan, segera hubungi Call Center Kepolisian di 110 (bebas pulsa) untuk mendapatkan bantuan tim patroli terdekat.
Berdasarkan informasi yang didapatkan oleh media ini ketika Polisi menangkap salah satu pelaku jambret yang menewaskan seorang ASN di Jalan Kusuma Bangsa. Pelaku langsung ditembak bagian kakinya karena berusaha melawan anggota ketika mau digrebek.
Sehingga Korban terjatuh dan terbanting diatas jalan raya hingga menyebabkan korban tidak bisa diselamatkan dan akhirnya menghembuskan napas terakhir usai dijambret.
Korban tersebit nama Widya Riskyanti, 28, staf di Kantor Pertanahan atau BPN Surabaya. Pelaku yang belum diumumkan identitasnya itu ditembak di bagian kedua kakinya saat proses penangkapan.
Hal tersebut dibenarkan oleh sumber internal kepolisian. Pihaknya memastikan bahwa pelaku yang menjadi tersangka dalam kasus penjambretan yang menewaskan Widya telah diamankan oleh pihak kepolisian
Namun Pelaku yang belum diumumkan identitasnya itu ditembak di bagian kedua kakinya saat proses penangkapan karena berusaha melawan anggota polisi
Pelaku penjambretan korban Widya Riskyanti sudah ditangkap,” ujar sumber tersebut,
Namun, proses hukum masih berlanjut. Polisi saat ini masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan atau komplotan pelaku lainnya.
“Tunggu (rilis) dari Kapolrestabes. Kita juga masih pengembangan terus ke komplotannya,” tambahnya.
Adapun Kronologi Kejadian
Sebelumnya diberitakan, Widya Riskyanti meninggal dunia setelah dirawat selama empat hari di RSUD Dr. Soetomo. Korban mengembuskan napas terakhir pada Jumat sore sekitar pukul 15.00 WIB.
Ibu korban, Isnaini Budiarti, 53, menceritakan bahwa anaknya mulai mendapatkan perawatan intensif sejak Selasa (2/6) malam dan sempat menjalani operasi. Namun, kondisi kesehatan korban terus menurun hingga akhirnya tak tertolong.
“Dirawat mulai Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat sekitar jam 3 sore meninggal dunia,” ujar Isnaini.
Kejadian bermula saat korban sedang dalam perjalanan pulang kerja mengendarai sepeda motor melintas di Jalan Kusuma Bangsa, tepatnya di belakang sebuah mal, pada Selasa sore. Diduga korban dijambret oleh dua orang pelaku yang juga menggunakan motor, hingga korban jatuh dan tergeletak di jalan dengan kondisi tak sadarkan diri.
“Luka di bagian kepala paling banyak. Dia (saat ditemukan) tergeletak helm copot,” kenang Isnaini.
Benda yang diambil pelaku adalah tas berisi ponsel dan dompet. Sebelum kejadian, keluarga sempat merasa cemas karena pukul 18.00 WIB korban belum sampai rumah dan pesan WhatsApp hanya centang satu serta telepon tidak tersambung.
Harapan Keluarga
Sementara itu, kakak korban, Irma M, 33, mengaku lega karena satu pelaku sudah tertangkap. Namun, ia berharap polisi dapat segera menangkap satu lagi pelaku yang masih buron agar bisa diadili sesuai hukum.
“Katanya dua orang pelaku naik motor. Sudah tertangkap satu,” ungkapnya.
“Pihak polisi semoga bisa menangkap semua pelaku karena sudah menghilangkan nyawa. Jahat banget ini, sudah cukup ke adik saya jangan ke yang lainnya,” pungkas Irma. (Tim redaski)

