Jakarta-Suaramureket.com 16 juni 2026 selah kemarin KPK menetapkan 4 tersangka Korupsi Gedung Pemkab Lamongan, dilanjutkan laporan Yak Widhi sbg Ketua PMAKI JATIM ke KPK atas dugaan korupsi sistematis pejabat Lamongan. Hal ini dipicu oleh kurangnya perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk LSM, akademisi, dan tokoh publik di Lamongan, terhadap dugaan korupsi yang semakin terlihat jelas. Salah satu indikasi konkret adalah kerusakan pada gapura Paduraksa di belakang gedung Pemkab Lamongan yang ambruk pada 22 Desember 2025 akibat hujan deras disertai angin puting beliung. Kejadian ini menyebabkan gapura raksasa tersebut roboh dan menimpa sebuah kendaraan roda tiga milik pedagang yang sedang melintas, mengakibatkan kerusakan kendaraan dan kerugian material. Widhi menilai insiden ini sebagai bukti nyata dari kualitas pembangunan yang buruk akibat penyimpangan dana.
Dalam pernyataannya, Widhi Lamong menyampaikan pesan kepada warga Lamongan: “Mohon doa warga Lamongan agar perjuangan demi Lamongan adil makmur, lohjinawi, dan korupsi di Lamongan bersih terkabul.” Ia juga menyerukan, “Salam Rahayu, NKRI Berdaulat, Adil Makmur.” Namun, upaya Widhi untuk menyuarakan isu ini melalui media sosial justru menuai hujatan dari sebagian netizen. Tindakan tidak baik seperti ancaman verbal juga dialaminya, yang semakin memperkuat keyakinannya bahwa apatisme masyarakat Lamongan terhadap korupsi telah mencapai titik kritis.
Karena itu, Widhi memutuskan untuk berangkat ke Jakarta dengan biaya dari kantong pribadinya guna menyampaikan laporan secara langsung. “Saya melakukan ini karena melihat masyarakat yang seharusnya peduli justru diam, sementara korupsi ini merugikan kita semua,” ujar Widhi. (TIM redaksi)

