Kodi Blaghar, 28 Januari 2026, Suara maureket – Dua hari setelah KM Abdi Jaya tenggelam di Pantai selatan Waibaku, desa Wemaringi, Kec. Kodi Blaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya – NTT. Kembali, masyarakat dikejutkan oleh kejadian menyedihkan. Tiga warga warga Kecamatan Kodi Blaghar terseret oleh gelombang yang kuat. Kapal penangkap ikan milik sebuah perusahaan dari Jawa Timur ini menarik perhatian banyak orang di SBD yang berbondong-bondong datang untuk melihat lokasi kapal tersebut terdampar.
Berita mengenai peristiwa ini viral sehingga orang tua, anak muda, dan anak-anak silih berganti datang ke pantai Waibuku. Mereka tidak memperhatikan apakah mereka bisa berenang atau tidak, apakah cuaca mendukung atau tidak, atau pun adanya arus yang kencang. Yang terpenting bagi mereka adalah mengunjungi dan berenang, karena kejadian semacam ini sangat jarang terjadi di Kabupaten SBD. Menurut beberapa warga lokal memberikan keterangan , pada minggu dini hari pukul 4.30 WITA (25/01/2026), cuaca buruk dan ombak tinggi membuat kapal sulit untuk dikendalikan, hingga terdampar di pantai Waibaku, Desa Waimaringi, Kecamatan Kodi Blaghar, kab. SBD-Nusa Tenggara Timur.
Sekretaris Kecamatan Kodi Blaghar, Lodowyk Alalo, S. IP, yang didampingi Kepala Desa Waimaringi, petrus Pati Dita.S.Pd saat diwawancarai oleh awak media sebelumnya di pantai Waibaku pada sore hari minggu (25/01/2026), menjelaskan bahwa tidak ada korban jiwa di antara 31 awak kapal, tetapi kerugian finansial mencapai miliaran Rupiah, lambung kapal mengalami kerusakan parah dan kapal terbelah menjadi dua bagian.
Untung yang tidak dapat diraih, sial yang tak bisa dihindari, Tiga orang pengunjung terbawa arus saat mereka mandi di lokasi itu.
Hal yang ditambahkan , melalui wawancara awak media pada hari Selasa (27/01/2026), Sekretaris Camat Kodi Blaghar menyampaikan berita duka mengenai kejadian mengerikan yang mengakibatkan beberapa orang kehilangan nyawa akibat tenggelam diseret oleh ombak dan gelombang besar.
Dalam pesan pribadi sekcam, Lodowyk Alalo, S. IP menyebutkan, “empat anak terbawa arus. ” adapun Nama-nama korban diantaranya: (1) Ipran Mete, anak dari Yohanis Mete dan Debora Karere, tinggal di Kampung Paudawa, Desa Waimaringi, Kecamatan Kodi Blaghar. (2) Alfret Mone, anak dari Welem Wonda Dara dan Dorkas Karate, alamat yang sama. (3) Aldiato Mete, anak dari almarhum Poka Mete, berasal dari Kampung Kalembu Rame, Desa Waipakolo, Kecamatan Kodi Balaghar. Aldiato Mete, putra dari seorang janda, hingga kini belum ditemukan.
Masyarakat masih mencari di sepanjang pesisir pantai untuk menemukan anak dari Paulina Poko Mete (janda). , dan salah satu selamat sehingga hanya tiga orang saja yang meninggal dunia sedangkan yang selamat dari arus dan kini mendapatkan perawatan di Puskesmas Panego Ede, anak dari Ruben Rehi Bero dan Rosalia Kalli Ghoba, yang beralamat di Kampung Kabuni, Desa Waimaringi, Kecamatan Kodi Balaghar.
Sampai berita ini ditayangkan, Sekcam melaporkan bahwa tim gabungan dari TNI, Polri, Tim SAR, pemerintah kecamatan, desa, serta warga Desa Waimaringi masih aktif melakukan pencarian terhadap Aldiato Mete. Siang tadi (27,28 /01/26), jenazah dua korban, yaitu Ipran Mete dan Alfret Mone, ditemukan tidak jauh dari satu sama lain di Pantai Marapu, sekitar satu kilometer dari lokasi kapal terdampar.
Sekcam Kodi Blaghar mengingatkan agar para pengunjung yang datang ke tempat tersebut tidak mandi atau berdiri di tepi pantai karena angin dan gelombang tinggi sangat berbahaya. Begitu pula imbauan dari Kepala Desa Waimaringi, Petrus Pati Dita, S. Pd, meminta kepada pengunjung untuk senantiasa berhati-hati dan tidak mendekati bibir pantai atau mandi, demi menghindari insiden serupa imbuhnya
Sementara info yang didapatkan bahwa kerugian material pihak KM Abdi Jaya A1 yang bertolak dari Banyuwangi menujuh Tanjung Ruah Sumba Barat -Ntt mencapai kerugian 7 Milyar dan kapal KM Abdi jaya A1 tersebut sudah hancur berkeping-keping akibat hantaman ombak dan angin kencang (tim redaksi)

