Februari 26, 2026

Mengenal resume Sedikit, Puluhan Pengeran-Pengeran Dari Mojopahit dan Samudra pasai(Sumatera) yang masuk Pulau Sumba

-Sumba Barat Daya -Ntt suara Maurekat Minggu 1 Februari 2026 Daerah yang mendapatkan julukan negeri seribu bukit ini berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Luas wilayahnya sekitar 10.710 km2 dan titik tertinggi adalah Gunung Wanggameti 1.225 meter.

Terdiri dari 4 kabupaten yaitu, Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sumba Tengah, dan Kabupaten Sumba Barat Daya.

Pulau Sumba memiliki bentang alam yang didominasi padang rumput dan kaya akan keragaman hayati. Wilayah ini terkenal akan wisatanya yang terletak pada keindahan pulau yang eksotis.

Sumba berbatasan dengan Flores di timur laut, Timor di timur, Sumbawa di sebelah barat laut, dan Australia di selatan dan tenggara. Di pulau ini terletak Selat Sumba.


Daerah yang mendapatkan julukan negeri seribu bukit ini berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Luas wilayahnya sekitar 10.710 km2 dan titik tertinggi adalah Gunung Wanggameti 1.225 meter.

Terdiri dari 4 kabupaten yaitu, Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sumba Tengah, dan Kabupaten Sumba Barat Daya.

Pulau Sumba memiliki bentang alam yang didominasi padang rumput dan kaya akan keragaman hayati. Wilayah ini terkenal akan wisatanya yang terletak pada keindahan pulau yang eksotis.

Sumba berbatasan dengan Flores di timur laut, Timor di timur, Sumbawa di sebelah barat laut, dan Australia di selatan dan tenggara. Di pulau ini terletak Selat Sumba.

Di bagian selatan dan barat terletak Samudra Hindia dan Laut Sawu terletak di bagian timur. Lalu, bagaimana sejarahnya? Keindahan tempatnya? Simak penjelasan berikut.
Asal usul nama Pulau Sumba berasal paduan tradisi lisan masyarakat lokal, sejarah yang ditulis oleh penjelajah Eropa, dan armada perang patih Gajah Mada.

Penjelajah Eropa memberikan sebutan yang berbeda-beda sesuai dengan pengamatan terhadap keunikan dan kekayaan alam Sumba.

Diantara sebutannya adalah Pulau Cendana, Pulau Sumba, Pulau Subao, Pulau Humba dan Pulau Sandalwood.

Menurut sejarah, Pulau Sumba pertama kali muncul di abad 14 pada masa Kerajaan Majapahit.

Di tahun 1350, Gajah Mada sebagai patih Kerajaan Majapahit mengucap janji tidak akan makan palapa jika belum mempersatukan nusantara. Sekitar tahun itu, Gajah Mada menaklukkan Kalimantan, Sumatera, Pulau Seram, Timor hingga Larantuka.

Di perjalanan pulang, armada menaklukkan sejumlah daerah yaitu Sumbawa, Bali, dan Bima. Lalu, di tahun 1357, menaklukkan Dompu yang bersamaan menaklukkan Sumba. Hal ini tertulis dalam Kitab Negarakertagama yang ditulis Empu Prapanca.

Di tahun 1522, kapal Portugis berlayar menuju Sabu dan Sumba. Antonio Pigafetta, perwira dalam kapal tersebut sering mendengar nama cendana. Kemudian, ia menggambar peta dan diberi nama Cendam.

Dibabat tanah Humba (Sumba ) berjaya mojopahit telah sesepuh pengeran dari mojopahit diantara nya adalah

1.Pengeran Tebo,
2.pengeran Mananga (syahbuddin salman alfaris)
3.Datuk Pati Mangi
4.Penembahan Kodi
5.pengeran Pandak
6.Raden Prapen (Ra Panna)
7.Sunan Cendana ayahanda Putra Manggolo (Ratu Matonggolo)
8.pengeran kanstandur dan Pengeran Bukambu ayahanda nyai Rabba dari sumenep Madura
9.pengeran Abdillah Alias Ario Damar II (Dilla=Dello)
10.pengeran Bima
11.Pengeran Babullah alias Rangga Bulla
12.pengeran Hamengku Buwono
13.pengeran Quro (Datu Qora) dari Banten
14 pengeran Kadi Langu
15.Pengeran Poka (Raden Paku) dari blambangan)
16.pengeran Angga watu
17.Pengeran Mandoko(Umbu mandokko)
18.pengeran Trenggo
19.Pengeran Raden Pandhita Bima alias Syehe Rumma (Ali Murthadlo) sesepuh Bani wali=Wali Songo
20.Raden Rahmat (Kabani Rama) sesepuh Bani Wali songo
21.Adi Pati yunus alias Pati Rode

  1. Raden Fatah
  2. Pengeran Abdurrauf as singkili (Rahufu)
  3. Gajah Mada. Dari beberapa pengeran inilah yang memeliki peranan penting berdiri nya pararaton (parona) disumba pesisir pantai dengan mempertahankan wilayah sumba dari bangsa penjajah yang dimulai dari abad ke 13 ,14,15 ,16,17,19 dan abad ke 20 pada waktu itulah mereka mendirikan perkotaan yang disebut pararaton (parona) dipesisir laut pulau sumba seperti halnya Rangkayo Hitam (Pengeran Tebo:Ratu Tebo) adalah putra Raja Jambi Datuk Paduko Berhalo dengan permaisuri Putri Selaras Pinang Masak. Datuk Paduko Berhalo memiliki nama asli Ahmad Barus atau Ahmad Salim.dari sumatera dan datuk pati mangi,Datuk abdurrauf (rahufu),penembahan kodi Abdullah Ngudung alias Ndara wunda putra Sunan kudus,dengan dikawal oleh Leti-leti letnan-letnan dari masing-masing kadipaten hingga perlawan furtugis dimalaka,di demak,bali,lombok,Sumbawa,di flores dan sumba,dimaluku,sulawesi di timur leste dan beberapa wilayah yang di nusantara lainnya

Ekspansi-ekspansi dinusantara dari beberapa pengeran merupakan hubungan kerabat satu sama lain dari segi perkawinan,perdagangan dan tasawuf ,dan pendidikan diera sunan Ampel surabaya mereka semua merupakan alumni-alumni dari sunan ampel surabaya yang sebagian besar hingga dari dari sumatera yang lain namun karena kedatangan bangsa eropa diantaranya
Bangsa Portugis pertama kali datang dan menguasai Malaka pada tahun 1511 di bawah pimpinan Alfonso de Albuquerque.

Setelah menguasai Malaka, Portugis kemudian melanjutkan penjelajahannya dan tiba di wilayah Indonesia Timur (Maluku) pada tahun 1512.

Dan Bangsa Belanda pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 1596. Ekspedisi tersebut dipimpin oleh Cornelis de Houtman dan berhasil mendarat di Pelabuhan Banten, tujuan utamanya untuk mencari rempah-rempah.

Serta Bangsa Inggris pertama kali datang ke Nusantara (Indonesia) pada tahun 1579 di bawah pimpinan Francis Drake yang mendarat di Ternate, Maluku. Namun, Inggris secara resmi menguasai atau menjajah wilayah Indonesia pada periode yang berbeda, yaitu 1811-1816 di bawah pemerintahan Sir Thomas Stamford Raffles.

Demikian Bangsa Jerman mulai datang dan berinteraksi di Indonesia sejak abad ke-17 melalui kegiatan perdagangan, namun migrasi signifikan terjadi pada abad ke-19 (tercatat sekitar tahun 1874) dan ribuan orang Jerman tercatat bekerja di Hindia Belanda sebagai insinyur, peneliti, serta tentara (Resimen Württemberg) pada periode 1790-1808.

Dibalik itu pulau sumba merupakan pulau penghasil ternak kuda sehingga disebut pulau 1000 kuda belakangan ini dalam catatan Tome pires mencatatnya bahwa sunan giri telah melakukan bisnis kuda sumba untuk dibawah ke pulau jawa,Madura,Sumatera sebagai alat transfortasi para Petinggi pararaton di pulau jawa,sumatera dan sekitarnya

Adapun judul buku Tome Pires yang memuat catatan sejarah Nusantara, termasuk perdagangan kuda di wilayah Sumba- Bima(Sumbawa)dan sekitarnya, adalah “Suma Oriental” (secara lengkap: Suma Oriental que trata do Mar Roxo até aos Chins atau “Ikhtisar Wilayah Timur, dari Laut Merah hingga Negeri Cina”).

Refrensi buku sejarah dan sumbet wawancara

-Buku populer mengenai Wali Songo dan Raja-raja nusantara
yang ditulis berdasarkan cerita dan sejarah:

-Buku”Atlas Wali Songo” – prof.Dr Agus Sunyoto:
-Buku komprehensif yang mengungkap fakta sejarah, arkeologis, dan etno-historis perjuangan Wali Songo.

Buku “Wali Songo dan Sejarahnya” – Arif Ishartadi: Mengulas penyebaran Islam berdasarkan data otentik.
“Kisah Perjuangan Wali Songo” (Berbagai versi):
-Buku yang berfokus pada biografi, kisah, dan adab ziarah ke makam para wali.
“Serat Walisanga” & “Kitab Wali Sana” (karya Sunan Dalem/Sunan Giri II):

-BukuSumber klasik mengenai sejarah Wali Sanga.
“Kisah Dakwah Wali Songo (Graphic Novel)” – Gerdi W.K: Kisah dakwah dalam bentuk novel grafis.Buku sejarah karya Slamet Muljana:
Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara (1968):
-Buku ini memicu kontroversi besar karena teori penulis mengenai asal-usul Wali Songo.
Menuju Puncak Kemegahan: Sejarah Kerajaan Majapahit: Membahas secara mendalam sejarah dan kejayaan kerajaan Majapahit.
Sriwijaya: Analisis mendalam tentang kerajaan maritim Sriwijaya.
Tafsir Sejarah Nagara Kretagama: Kajian mendalam mengenai karya sastra sejarah Nagara Kretagama.
Kesadaran Nasional dari Kolonialisme Sampai Kemerdekaan- Buku yang membahas nasionalisme.

-sumber wawancara lain dari kodi Sumba diantaranya
-Abdul Hanan .M.Pd
-Tokoh cristanto Hadi Hugu
-.Nikodemus mete
-Yohanes pembatis malo Horo
-Rangga Muda alias Lere Muda
-Haikal Maha
-Poka Tora
-D.Dengi Poka
– Hermanus Rangga Horo dicatat oleh pendeta Andrias Pati Djawa

-Pendeta Daud Ndara Dukka Mila .Ate STH dan lain-lain (Tim redaksi Gus Mone Al Mughni)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *