Demi Bangun Rumah pribadi Soleman Lende Dappa di Duga tipu kepsek-kepsek dengan mengamen 20jt perkepsek ,awal Buat kantor yayasan akhir jadi rumah pribadi

Sumba Barat daya -suaramaureket.com,17 April 2026,Kepsek-kepsek merasa selalu dikianati oleh Soleman Lende Dappa alias SLD ,bagaimana Tidak yang awal pak SLD meminta sumbangan berupa uang di seluruh kepala sekolah sebanyak 20 Juta persekolah dengan tanpa proposal alias pengamen berdasi bagaimana tidak kita di suruh menyumbang anggaran untuk membangun kantor Yayasan Tunas Timur setelah jadi rumah yang mega dan diduga gedung ini berasal dari dana bos juga,karena dana-dana tersebut sumbangan dari kepsek tersebut dengan sebesar 20 juta ucap beberapa kepsek yang enggan dimediakan.

Setelah rumah kantor yayasan yang awal niatnya rumah kantor yayasan, namun berubah jadi rumah pribadi pak soleman lende dappa,kita hanya geleng-geleng kepala tanpa tutut yang walaupun rasa dikibuli,namun tetap menjadi pelajaran bagi hati kecil kami ujar beberapa sumber yang diwawancara oleh media baik,kepsek-kepsek maupun bendahara bos yang cemas karena ulah pak SLD tidak pernah memikir kita ujar mereka.

Kalau seandai nya ketua Yatutim berbaik dan jujur sesuai dengan koedur langka peraturan dalam pengeluaran dana bos maupun apa yang iya minta pasti kita relasungkawa sesuai demgan mampuan kita tegas kepsek enggan disebutnya.

Lantas jangan salah guru-guru maupun kepsek didalam memberikan keterangan yang sebenar-benar karena mengambil uang negara dengan tanpa prosedur yang wajar maka ini merupakan niat dugaan jahat profesional,jangan ucapkan saya dicari oleh guru atau kepsek karena yang mengajar kurang baik lakon yang profesional,ikuta jalan pasti dicintai banyak orang berikkan wanginan kasturi yang harum wangin,jangan berikan suara kentut yang bau rasa nya dan korban orang,ini bukan siat mencari reski yang baik melainkan ini dukun pesulaf logika yang memaksa kehendak demi kekayaan diri,jika dugaan sudah menjadi rana hukum benar maka benar-benar negri ditonton dengan mata tapi dibiarkan dengan tindakkan ini pelanggaran dalam perkembangan pendidikan bukan mendidik yang baik tapi mendidit dengan otot logika dan nafsu serakah

Prihal diatas beberapa kepsek telah memberikan masukkan dalam kepentingan yang berhubungan delik aduan pada acara penyedikkan dikejari sumba Barat Daya,hingga berita ini dirilis oleh awak media .(Tim Redaksi)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *