Sumba Barat Daya -Suaramaureket,com Minggu19 April 2026 Pengurus Yayasan Tamansiswa Kodi bangedo kec.Kodi Bangedo kab sumba barat Daya telah berusaha di tahun 2015 hingga sekarang,berawal dari saya perihatinin bagi anak-anak di 3 kecamatan pada waktu itu yang berjalan puluhan kilo meter untuk pergi sekolah ke sekolah yang dibangun oleh pemerintah daerah sehingga pengurus cabang kodi bangedo membentuk struktur pemgurus langsung bertemu dengan Ki Prof.Dr Sry edi swasono pada waktu itu membuka cabang tamansiswa yang ada dikecamatan kodi bangedo
Maka berdasarkan proposal pengajuan penguris yang masuk ke yayasan tamansis yang berpusat diterima proposal kami,ada apa ditengah jalan dihambat oleh orang yang memiliki kepentingan bisnis kami pun dipersulit ijin operasional dan kata pendirian sedangakn yang tidak memeliki siswa dan gedung pun langsung jadi dengan sebanyak sekolah 75 sekolah tanpa disurvai oleh dinas alias sekolah siluman ini yang jadi aneh penilaian pengurus cabang tamansiswa kodi bangdeo.
Beriring jalan nya waktu dan tanggung jawab moral dan keprihatinin maka pengurus mencari nebeng akreditas sekolah yang A dan B .
Kembali pada moqodimah diatas,SMA Wailangira sebenar nya berada di Desa Waimakaha kec.kodi Balaghar kab.Sumba Barat Daya SMA ini berada dibawah naungan yayasan Tunas Timur pak SLD
Berdasarkan telesuran media ini bahwa SMA wailangira dibangun oleh dokumen yatutim ,namun karena konflik internal diantara pengurus dan staf pengajar serta Kepala sekolah SMA Wailangira.
Yang aneh nya dalam analisis media setiap Sekolah yang bangun oleh Soleman Lende Dappa selalu lancar ijin operasional dan akta pendirian sekolah dengan sebanyak 75 sekolah, ada harus pak SLD bernyanyi dan menari dalam dugaan kuropsinya,karena banyak sekolah siluman yang dibuat oleh pak SLD hingga mencapai 75 dan akhirnya 55 sekolah dan 20 sekolah jadi siluman karena ketahuian oleh pemerhati pendidikkan
Kesal nya pengurus Tamansiswa cabang kodi bangedo bersama ki Dominggus mone dan ki Fabianus mone Pati menelusuri keberadaan yayasan Pak SLD pada waktu itu ditahun 2018 bertemu dengan pak SLD sambil berbincang tentang pendidikkan di sumba barat Daya karena kebetulan kedua pengurus tamansiswa cabang kodi bangedo belum mendapatkan ijin operasional dan akta pendirian sehingga mendatangi pak SLD tujuan untuk bisa ikut ujian nasional sekolah SMA Tamansiswa Yang berlokasi di desa Walla Ndimu karena aturan setiap sekolah yang belum memeliki ijin operasional dan akta pendirian mencari sekolah yang terakreditas A dan B pada waktu itu,
Dengan sekejab waktu dan masa pak SLD lupa kami(Dominggus Mone &Fabianus Mone pati) yang mendatangi beliau ditahun 2018,Bahkan tak pernah bertanya terhadap kami padahal secara tertulis kami tidak ada Mou you secara tulisan hanya secara lisan terhadap pak SLD
Berjalan waktu kami tidak bosan untuk komfirmasi dinas yang sudah beralih ke Provensi kami pun pengurus Tamansiswa Cabang kodi bangedo 3 kali ke dinas P&K wilayah X pada waktu baik dikupang diwaikabubak apa jawaban yang sementara kadis P&K plt Whihelmus mali,menjawab kedatangan kami dengan slogan kalian dirikan kandang ayam baru datang minta surat ijin operasional dan akta pendirian
yang seharus seorang kadis Plt p&k tidak bicara seperti itu apalagi kadis PLt adalah dilahir dari Alumni UST Tamansiswa Yogjakarta sedangkan pak SLD yang dirikan sekolah siluman saja hingga dalam dugaan Kuropsi terbesar di indonesia diberikan ijin operasional dan akta pendirian ini namanya aburadurnya sistem pendidikan di sumba
Bukan untuk mencerdaskan anak bangsa tapi membodohi anak bangsa dengan ajarin nilai kuropsi yang tinggi dan ladang bisnis ,ada apa dengan pak SLD dan dinas kok sekarang pak SLD bisa bernyanyi dan menari di media sosial siapa yang disalahkan ,jika ada yang niat baik disingkirkan dan jika ada yang ajak kuropsi diajak berjamaah
Jadi dimohon para pemerhati pendidikan Agar menjadi agen of sais bagi pelaku dugaan kuropsi dan memberikan secara profesional (Tim redaksi)

