Sumba Barat Daya -Suaramaureket.com Rabu rabu 6 Mei 2026,Menurut keterangan dari salah satu kepsek dan sekaligus Tokoh agama bahwa seharus sekolah 50 buah sekolah yang bawah naungan yayasan Tunas Timur yang terlibat dalam kasus pengelembungan siswa,namun nyata sekolah ada 75 sekolah yang bermasalah di bawah naungan Yatutim menurut salah satu kepsek yang enggan disebut namanya.
Sehingga kepsek waktu dimintai keterangan saksi BAP nya di zkejari Sumba Barat,masih menyangga pertanyaan kejari,yang sebenar nya bukan 50 sekolah tapi 75 sekolah yang dimulai dari tingkat SD,SMP dan SMA ujar kepsek diawak media
Harapan kepsek yang egan disebut namanya seharus nya kalau bisa kejari Sumba barat ,jangan basa-basi terkait perbuatan Soleman Lende Dappa,tetapkan pasal dakwaannya
Menurut keterangan dari kespek bahwa pak Soleman Lende Dappa telah melakukan dugaan penghilangan barang bukti diantara salah satu CCTV rumahnya diduga Soleman Lende Dappa sudah dirusakkan oleh oknum tersebut.
Lebih lanjutnya kalau seandai CCTV masih Ada dalam rumah maka kejari langsung menyelamatkan barang bukti tersebut pasti akan ditemukan beberapa bukti vidionya ujar kepsek yang egan disebut namanya
Hal yang ditambahkan oleh kepsek yang egan dimediakan coba seandai kejari ambil tindakkan pencegahan mehilangkan barang bukti lain maka pak Soleman lende Dappa pasti kelihatan semua nya dividio waktu itu dia ganas meminta uang dan jatah dari dana bos ,tanpa sudah menjadi kekuatan buksi saksi juga dari uang transfer,serta vidio yang beredar di facebook,youtobe,dan dimedia insan Pers terkait dugaan korupsi oleh Pak Soleman lende Dappa
Lebih lanjut tegas kepsek agar Pak Soleman lende dappa jangan jadikan kami korban kami sebagai pengguna anggaran seharus otak intelektual dan otak profesional dalam dugaan Korupsi dana bos 12 M hingga T adalah pak Soleman Lende Dappa ,berdasarkan bukti BAP kami kepsek-kepsek yang melaporkan ke kejari Sumba Barat bahwa pelaku dugaan korupsi yakni Pak Soleman lende Dappa.
Hal ini dipertegas oleh kepsek-kepsek kejari sumba barat harus memberikan status pak Soleman lende dappa sebagai tersangka bukan sebagai saksi lagi,serta naikkan status BAP nya ke level P 21.
Bukan sebagai saksi lagi ujar kepsek-kepsek yang lain dan jangan cari tumbalkan lain seperti dinas P dan K maupun Pemda dan Bupati tegas Kepsek-kepsek
Pada tahun 2018 pernah tipikor melakukan turun ketempat kejadian perkara yakni menggledeh Oleh Badan pemeriksaan keuangan Negara (BPK) Di rumah pak SLD paka waktu itu ,dqn akhirnya dengan pandai pak SLD sengaja membakar rumah dan bahkan menurut tuturan kepsek yang egan disebut nama nya,bahkan ada dua kepsek yang turut andil dalam tindakan penyelamatan berkas
Hal yang membuat pak SLD luput tahun 2018, Dengan dugaan sengaja dibakar rumahnya pada tahun 2018 pada waktu itu,dan akhir nya publik hanya mengetahui kosleting lestrik saja pada waktu itu,ujarnya waktu diwawancara oleh media publik ,akan tetapi waktu itu memang sengaja dibakar demi keselamatan dari pemeriksaan BPK imbuhnya salah kepsek yang egan disebut namanya (Tim Redaksi)

