Viral! Kisah Anak Wali Kota Tidore memilih jadi kuli bangunan,dan hidup mandiri ditengah keringat meleleh

Maluku (Tidore) Suaramaureket ,Senin 8 juni 2026 Di tengah pantauan media ini,telah menginspirasi dengan orang anak muda yang seharus nya gaya hidup mewah ditengah keluarga pejabat yang kerap menjadi sorotan publik, muncul kisah berbeda dari wilayah Indonesia Timur yang menarik perhatian warganet, acung jempul,bukan karena karena pres pikiran supaya manfaatkan jabatan ayahandanya namun dia memilih keringat meleleh dan bernilai dimata Tuhan

Bagaimana mungkin Seorang pemuda bernama Muhammad Rafdi Maradjabessy, putra dari Wali Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Muhammad Sinen, justru memilih menjalani hidup sederhana dengan bekerja sebagai kuli bangunan demi memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri,tanpa tergantung pada orang tua nya atau bermanjah kepada orang tua sungguh luara biasa

Kisah inspiratif tersebut kembali ramai diperbincangkan setelah diunggah ulang oleh akun Instagram @rumpi_gosip. Unggahan,Facebook, itu memunculkan kembali cerita lama yang sempat viral beberapa tahun lalu dan menuai banyak apresiasi dari masyarakat.

Muhammad Rafdi bukan sosok baru dalam perbincangan publik. Pada tahun 2019, dirinya sempat menjadi perhatian setelah sebuah foto yang memperlihatkan dirinya sedang bekerja di proyek bangunan beredar luas di media sosial.
Dalam foto tersebut, Rafdi tampak mengenakan pakaian sederhana yang dipenuhi debu dan noda semen,yang tak bisa disangka oleh klayak umum

Yang Penampilannya pun jauh dari kesan anak seorang pejabat daerah yang biasanya diasosiasikan dengan kehidupan serba berkecukupan dan serba mewah

Kalau dilihat bahwa Rafdi mengerjakan pekerjaan fisik layaknya pekerja bangunan pada umumnya. Ia menggunakan sekop untuk mengerok pasir dan membantu proses pembangunan tanpa menunjukkan identitas ataupun status keluarganya. Sikap tersebut sontak membuat banyak orang kagum karena dinilai mencerminkan nilai kerja keras dan kemandirian yang tanpa pamrih dan bermanjaan

Di balik suasana niat Rafdi untuk bekerja keras sejak muda, terdapat didikan yang kuat dari sang ayah. Muhammad Sinen diketahui menanamkan prinsip hidup mandiri kepada seluruh anak-anaknya sejak mereka masih duduk di bangku sekolah,yang tidak terbiasakan hal keringat orang yang bukan keringat nya apalagi menikmat yang tidak halal

” tuturnya ayahku selalu bilang yang Walkot (Wakil Wali Kota) itu ayah dan itu sementara, jadi kalian harus jadi anak mandiri,” ujar Rafdi, diawak media

Prinsip tersebut menjadi pegangan hidup Rafdi hingga dewasa. Ia memilih mencari penghasilan dengan usahanya sendiri dan tidak bergantung pada jabatan ataupun pengaruh orang tuanya.

Baginya, status sebagai anak kepala daerah bukan alasan untuk memperoleh perlakuan istimewa karena sebagai insan harus mamapu mandiri imbuhnya

Muhammad Sinen sendiri memberikan dukungan penuh terhadap pilihan hidup putranya tersebut. Menurutnya, jabatan yang diembannya hanyalah amanah yang bersifat sementara. Karena itu, anak-anaknya harus memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dan bekerja keras tanpa mengandalkan fasilitas yang berasal dari kedudukan orang tua atau orang lain atau bahkan memanfaat kemewahan yang bukan keringat ujarnya dengan nada tegas (Tim redaksi)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *