RSUD Dr Soetomo Raih Peringkat Pertama Nasional SCImago 2026,Menjadi kebanggaan Nasional

Surabaya -suaramaureket-com 23 juni 2026 Berdasarkan informasi yang didapatkan bahwa Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi atas capaian RSUD Dr. Soetomo Surabaya yang berhasil meraih peringkat pertama nasional dalam SCImago International Rankings (SIR) 2026 sektor kesehatan,peringkat 58 sedunia,serta se Asia peringkat 35

Pencapaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa kualitas layanan kesehatan di Jawa Timur telah mendapat pengakuan di tingkat nasional dan internasional.

Menurut Khofifah menuturkan , prestasi tersebut bukan sekadar pencapaian peringkat, melainkan hasil dari transformasi layanan kesehatan yang dilakukan secara berkelanjutan, meliputi peningkatan pelayanan medis, penguatan riset, inovasi, serta kontribusi sosial kepada masyarakat,yang mencangkau seluruh wilayah indonesia

“hal ini Capaian ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Jawa Timur sekaligus Indonesia. RSUD Dr. Soetomo membuktikan bahwa rumah sakit daerah mampu menjadi institusi kesehatan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global,” imbuh Khofifah.

SCImago International Rankings (SIR) merupakan pemeringkatan internasional yang menilai kinerja institusi berdasarkan tiga indikator utama, yakni penelitian (research), dampak sosial (societal), dan inovasi (innovation).

Dalam pemeringkatan tersebut, RSUD Dr. Soetomo berhasil menempati peringkat pertama di Indonesia pada seluruh kategori penilaian, termasuk overall, research, dan societal rank.

Hal yang ditambahkan adalah ke unggulan di tingkat nasional, RSUD Dr. Soetomo juga mencatatkan capaian di tingkat internasional, dengan menempati peringkat ke-58 dunia untuk kategori overall dan peringkat ke-22 dunia pada kategori societal. Di tingkat regional, rumah sakit ini berada di peringkat ke-35 Asia untuk overall dan peringkat ke-6 Asia untuk societal, serta masuk jajaran 20 besar ASEAN pada beberapa kategori penilaian.

Hal yang ditambahkan oleh Khofifah menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur di RSUD Dr. Soetomo, mulai dari tenaga medis, perawat, peneliti, hingga jajaran manajemen rumah sakit imbuhnya

“Ini merupakan hasil kerja bersama. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, peneliti, dan manajemen yang telah bekerja maksimal memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya diawak media

Beliau (Khofifah) menekankan bahwa rumah sakit modern tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan, tetapi juga harus menjadi pusat pendidikan, penelitian, dan inovasi yang memberi dampak luas bagi masyarakat.

Menurutnya, capaian RSUD Dr. Soetomo yang unggul dalam aspek riset dan dampak sosial menunjukkan arah pengembangan layanan kesehatan di Jawa Timur sudah berada pada jalur yang tepat.

Lebih lanjut, Pemprov Jawa Timur berkomitmen memperkuat transformasi sektor kesehatan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan fasilitas, pemanfaatan teknologi, serta penguatan riset berbasis kebutuhan masyarakat.

Harapan kedepan Khofifah capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi rumah sakit lain di Jawa Timur untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan daya saing.

“Kita ingin rumah sakit di Jawa Timur tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Khofifah mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat jajaran rumah sakit berpuas diri, melainkan menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Yang terpenting adalah bagaimana layanan kesehatan benar-benar memberikan manfaat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” imbuhnya.(Tim Redaksi)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *